L O V E

“Choose your love, love your choice”

 

Kata tersebut selalu saya renungkan dalam hidup saya, dimana ketika saya berada di persimpangan jalan, mau tidak mau saya harus memilih. Memilih A, B, C atau tidak memilih, itu semua merupakan pilihan saya dan semua resiko dari pilihan tersebut haruslah saya tanggung di masa yang akan datang. Ketika saya sudah salah memilih, maka untuk selanjutnya pun saya akan merasakan ketidaknyamanan atas pilihan saya tersebut.

Hidup ini dipenuhi akan banyak pilihan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, keyakinan, maupun cinta. Semua lika-liku kehidupan kita tidak pernah lepas dari yang namanya menentukan pilihan.

Dalam tulisan ini, saya ingin sedikit berbagi mengenai sekelumit cerita tentang pilihan yang harus saya hadapi. Ini mungkin sedikit menggelikan, tetapi tidak ada salahnya jika kita belajar dari masa lalu yang pernah kita alami, sehingga di masa depan dapat melakukan hal yang terbaik di dalam, tidak hanya untuk diri kita sendiri, tetapi untuk orangtua, keluarga, sahabat, masyarakat, bangsa dan untuk orang yang kita cintai.

Cukup banyak orang yang mengatakan bahwa saya ini masih muda, seperti anak-anak karena terlihat lucu dan menyenangkan. Namun, banyak juga yang mengatakan saya ini ketuaan (hanya untuk bahan candaan)hahaha. Senyum, selow dan nyantai mungkin tidak lepas dari diri saya, dimana teman-teman banyak menilai pribadi saya seperti itu. Saya mungkin tipe orang paling sabar dan tenang yang pernah ada, jarang marah, bahkan tidak pernah🙂

Masalah cinta, mungkin berbeda jauh dari kepribadian saya. Inilah cerita ituu….

Ketika SMP, saya pernah pacaran selama 2 kali, saat itu saya berada di Buntok, Kalimantan Tengah. Saya memiliki pacar yang seiman dan menurut saya baik, tetapi ternyata tidak, sifat aslinya beda jauh dari apa yang saya pikirkan.hahahaa. Itulah ketika yang namanya cinta monyet saya alami dalam hidup.

Ketika SMA, saya tinggal di Padang Pariaman, dan selama disana saya sama sekali belum terpikir untuk mencari pacar karena suatu dan lain hal. Kelas 3 SMA, ternyata ada seorang wanita(cantik&seksi) yang mendekati saya, hanya dalam waktu sekitar seminggu, kami langsung jadian.hahaha. Meskipun tidak seiman, tapi bagi saya tidak terlalu menjadi masalah ketika sama-sama memiliki rasa antara satu dengan yang lain. Namun, hanya dalam beberapa bulan, kami sudah tidak berhubungan lagi (HTS). Masalahnya yaitu ketika dia yang beda keyakinan dengan saya, mengatakan bahwa orangtuanya tidak setuju, mereka setuju jika saya memiliki keyakinan yang sama dengannya, artinya saya harus mengubah haluan dasar iman saya. Tanpa pikir panjang, saya langsung menyelesaikan hubungan tersebut & melupakannya, karena bagiku, Tuhanku adalah nomor 1.

Di masa kuliah (di Bandung), saya ingin mencari seorang pasangan hidup (bukan pacar lagi) yang seiman. Puji Tuhan, ketika saya di semester 2, saya menemukan seorang wanita batak dan menjalin hubungan dengannya, meskipun jarak kami jauh, Bandung-Jogja. Ini merupakan hubungan paling aneh yang saya alami, dimana kami jadian hanya dalam hitungan hari.hahahaa

Memang kami 1 angkatan, tetapi ternyata pemikiran kami berbeda. Dimana ketika saya mencoba bersikap lebih dewasa, ternyata dia berbeda jauh dari yang saya harapkan, possesif, cemburuan dan terlalu kekanak-kanakan. “Ternyata umur tidak bisa menentukan bahwa seseorang itu bersikap dewasa”.hahahaa. Oleh karena itu, saya anggap hubungan itu hanyalah hubungan dalam mimpi belaka.

Dan sejak saat itu, saya lebih menginginkan seorang wanita yang lebih tua dan dewasa dari saya untuk menjadi pasangan hidup.hahaha(serius)

Mungkin terdengar aneh, tetapi setidaknya saya bisa memiliki pasangan hidup yang bisa mengerti saya, menerima saya apa adanya dan harus 1 ras pastinya.hahaha. Begitu juga saya, saya bukan tipe orang yang selektif, saya hanya ingin wanita seiman dan apa adanya(tidak munafik)!

Hidup hanya satu kali, lakukan yang terbaik dan pedulilah terhadap orang-orang yang kamu cintai dan yang mencintai kamu serta jangan sampai salah menentukan pilihan hidupmu untuk masa depanmu, andalkan Tuhan dan berdoalah🙂

 Jangan melihat seseorang benar-benar mencintaimu hanya dari perkataannya saja, tetapi lihatlah perbuatannya, kepeduliannya dan kasih sayangnya yang tulus padamu…

Image

About alfonsiusjojo

My name is Alfonsius Jokomartin Pampang Siringoringo, usually called Alfon/Jojo. I was born in Medan, North Sumatera-Indonesia, on March 27, 1993. Now, I live in Bandung and study at Faculty of Law, Padjadjaran University(UNPAD). 2011-2012: I'm active as secretary of the commissariat UNPAD, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia(GMKI)/ Indonesian Student Christian Movement and Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Faculty of Law UNPAD. Now: 2012-2013; - Kabiro K3P (Kepala Biro Kajian Kebijakan Publik & Kampus) BEM FH UNPAD. - Ketua Komisariat Unpad GMKI Cabang Bandung. twitter: @alfonsiusjojo FB: alfonzjojo@yahoo.com

Posted on July 6, 2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: